Ahad, 21 Oktober 2012

~ aku miskin namun ~

dengan nama Allah yang Maha Melihat lagi Maha Mendengar

Tuhan, aku ini miskin harta. Aku juga miskin amal. Serasanya aku ini seperti fakir miskin yang hina dina. Namun, aku sering bermimpi untuk berpimpin tangan dengan para penghuni syurgaMu.

Tuhan, aku ini miskin harta. Aku juga miskin kesabaran. Serasanya beribu kali aku gagal menahan diri dari melakukan perkara yang dilarang. Namun, aku sering bermimpi untuk bercanda ria bersama bidadari bermata jeli.

Ahad, 7 Oktober 2012

~terima kasih Allah~

dengan nama Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Seminggu telah berlalu. Seminggu juga dia telah berangkat menemui kekasih hatiNya.

Terima kasih Allah kerana meminjamkan dia buat kami. Terima kasih kerana mengajarku erti kesabaran melalui dia. Senyumannya masih terbayang-bayang dimata. Lembut tutur bicaranya masih terngiang-ngiang di telinga. Sikap pemurahnya masih terpahat di dada. Terlalu banyak pengajaran yang Kau sampaikan melaluinya yang jarang sekali berbicara denganku. Sesungguhnya terlalu banyak yang aku pelajari hanya dengan memerhati perlakuan dan akhlaknya.

Terima kasih Allah kerana menjemput dia berada di sisiMu. Terima kasih Allah kerana telah berakhir penderitaan dan ujian buat dia. Meski berat buat kami tapi lebih berat buatMu melihat dia menderita. Pinjamkanlah sedikit kekuatanMu Ya Allah terutama buat belahan jiwanya. Terimalah segala amalanya Y Allah. Moga dia tenang di sana.

Al-Fatihah

Sabtu, 22 September 2012

~ rindu baitullah ~

dengan nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih

Tuhan
jemputlah aku
menjadi tetamuMu
agar ku bisa berteduh
di sudut rumahMu
agar ku bisa mencicip
sedikit ketenanganMu
agar ku bisa meminjam
sebahgian kekuatanMu
jemputlah aku
sebagai tetamuMu
Tuhan

Rabu, 25 Januari 2012

~rezeki~

dengan nama Allah yang Maha Memberi lagi Maha Menyayangi

sesungguhnya rezeki itu datang dalam pelbagai bentuk...
ada yang memilikinya melalui harta kekayaaan
ada juga mendapat limpahan ilmu pengetahuan
malahan pasangan dan anak-anak juga adalah rezeki
rupa paras yang cantik juga adalah rezeki

maka usahlah kamu membanding-banding rezeki kamu dengan yang lain
sesungguhnya Allah itu Maha Adil
yang kurang itu telah ditampung pada bahagian yang lain
siapalah kita untuk mempertikai

Isnin, 10 Oktober 2011

~ damaikan hatimu ~



dengan nama Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui






Rabu, 28 September 2011

~ Pencil and Eraser ~

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


Pencil: I'm sorry
Eraser: For what?
You didn't do anything wrong.
Pencil: I'm so...rry cos you get hurt bcos of me. Whenever I made a mistake, you're always there to erase it. But as you make my mistakes vanish, you lose a part of yourself. You get smaller and smaller each time.
Eraser: That's true. But I don't really mind. You see, I was made to do this. I was made to help you whenever you do something wrong. Even though one day, I know I'll be gone and you'll replace me with a new one, I'm actually happy with my job. So please, stop worrying. I hate seeing you sad. :)

I found this conversation between the pencil and the eraser very inspirational. Parents are like the eraser whereas their children are the pencil. They're always there for their children, cleaning up their mistakes. Sometimes along the way... they get hurt, and become smaller (older, and eventually pass on).

Though their children will eventually find someone new (spouse), but parents are still happy with what they do for their children, and will always hate seeing their precious ones worrying, or sad."

All my life, I've been the pencil.. And it pains me to see the eraser that is my parents getting smaller and smaller each day. For I know that one day, all that I'm left with would be eraser shavings and memories of what I used to have..."

This is to all the parents out there...

Ahad, 22 Mei 2011

~dunia~


dunia itu bagaikan penjara bagi orang-orang beriman