Memaparkan catatan dengan label pendidik mendidik terdidik. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label pendidik mendidik terdidik. Papar semua catatan

Ahad, 16 Mei 2010

~I’m glad I’m a teacher~

dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah

I’m glad I’m a teacher.

I would rather be a teacher than a statesman
For he deals with finished citizens
I deal with future citizens

I would rather be a teacher than a great business executive
For he works with facts and figures and lifeless coins
But I work with mind that live and open
With the future that unfolds and principles that grow


I would rather be a teacher than any explorer
For he explores uncharted seas
But I explore uncharted minds
And discover treasure islands
And continents of untold possibilities


I would rather be a teacher than a scientist
For though he studies the wonders of the rocks
And the beauty of the stars
And the miracles of planets
And the glory of the skies
I deal with that which is still more miraculous
In the throbbing human hearts, unfolding human lives
And the formation of lifetime character.


Source -> an English teacher

Selasa, 8 September 2009

~ proses pendidikan ~

dengan nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih



"Mendidik tidak bererti mengajar orang akan apa yang mereka tidak ketahui tetapi mendidik adalah suatu pekerjaan yang memakan hati, yang perlu dijalankan terus menerus, yang sangat sulit dan perlu dilaksanakan dengan ramah-tamah, pengawasan, peringatan, perintah dan pujian serta terutama sekali -memberi teladan"


John Ruskin (1819-1900)


Satu daripada pandangan yang dapat menghuraikan proses pendididkan dengan baik (pada sayalah). Proses pendidikan tidak terhenti setakat hari ini sahaja. Malah seorang pendidik perlu berfikir bagaimana caranya untuk memastikan pendidikan yang diberikan pada waktu ini mampu memberi impak yang panjang dalam kehidupan insan yang dididik.



Dan janganlah anda berharap dengan mengajar sekali sahaja pelajaran itu akan mampu dicerna oleh semua orang. Sesungguhnya ianya perlu diulang-ulang agar ianya boleh dihuraikan oleh otak dan difahami dengan hati.



Memang proses mendidik adalah satu proses yang amat sulit; ianya menuntut pengorbanan dari segala segi. Maka apabila anda memilih untuk mendidik (tidak kira siapa yang anda ingin didik;ahli keluarga, sahabat, pasangan, anak murid) bersedialah untuk sebuah perjuangan yang menuntut pengorbanan demi satu pengorbanan. Ada seorang sahabat saya pernah berkata 'an educator is one of the most selfless person in this world, a good educator will always put others before themselves.'



Perkara yang terpenting dalam mendidik adalah memberi teladan. Sesungguhnya seorang pendidik itu amat perlu menitikberatkan tatacara dan perilaku mereka kerana insan-insan yang dididik akan sentiasa mengambil pendidik sebagai contoh ikutan mereka. Maka berusahalah menjadi contoh tauladan terbaik bagi insan-insan yang didik, apatah lagi jika kamu itu mendidik manusia untuk mengenal Tuhannya.

Wallahua'lam.

Khamis, 20 Ogos 2009

~ kids today ~

dengan nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih

Scene 1

A teacher passed by a 'surau' on her way home.
A little boy sat in front of the 'surau'

Ss: Thank you, teacher! (shouting on top of his lung)
T : (thinking a while before replying) Owh, good afternoon, my dear.

Well, actually I just taught the students about the importance of greeting. This little boy should be praised on his effort.


Scene 2

A class is learning about different type of animals.

Ss: Teacher, what bird is this? (pointing to a picture)
T : That is a peacock.
Ss: Teacher, what happend when a peacock lost the 'jambul' and tail?
T : She cried?
Ss: No! It becomes a duck. Ha Ha Ha!
T : =)

~ children's corner; wisdom in Islam 1 ~

dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Q: How can I be the most learned person?
A: Fear Allah the All Mighty and you will the most learned person.

Q: How can I be the richest person in the world?
A: be contented and you will bw the richest person in the world.

Q: How can I be the most just person?
A: Desire for others what you desire for yourself and you will be the most just person.

Q: How can I be the best person?
A: Do good to others and you will be the best person.

Rabu, 29 Julai 2009

~ pencorak kain ~

dengan nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih

kala pagi yang hening
seorang penjual kain
menanti di depan pintu
pintanya belilah kain yang satu ini
kain yang sedikit cacat
telah terpercik warna hitam di permukaannya

rayuannya menyayat hatiku
mengigit sukmaku
lalu kuterima tawaran itu
walau ku tak tahu
apa yang mampu ku laku

lalu saban hari
aku mencorak kain itu
dengan warna baru
adakalanya dengan belaian penuh mesra
adakalanya dengan amarah yang membara
aku cuba segalanya
menutup tompok2 hitam itu

sangka ku
tompok2 hitam itu tak akan mengganggu
hanya kan jadi hiasan tak terpandang
malangnya
tompok2 itu bernyawa lagaknya
meresap dalam
merebak ke seluruh urat benang
membesar hari demi hari

sudah puas ku laku segala termampu
segala warna telah ku lakar
segala teknik telah ku tempa
namun hasil akhirnya
hitam likat legap tak terbayang

Ya Allah
habis sudah dayaku
lesap sudah tenagaku
tepu sudah mindaku
lesu tak bermaya

Maka buat sekian kalinya
hanya doa mampu ku kirim
seiring pemergianmu
walau bukan itu hendakku
tapi demi masa depan mu
demi yang terbaik buatmu

moga suatu hari nanti
kita kan bertemu lagi
dan semoga kala itu
kain mu indah berwarna warni
seindah pelangi

Selasa, 7 Julai 2009

~ soar high ~

dengan nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih

spread your wings
and just fly
soar high
aim for the sky
stop no more
turn no more
just go
make no excuses
even for
the teary eyes
as it is not tears or sadness
but of happiness
for sure

-bitter sweet of life... when its time to let go... you are not a little birdie no more... show them you are the eagle that soar-

Rabu, 17 Jun 2009

~ anak-anak dan gurunya ~

dengan nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih

andainya anak-anakku takutkanNYA
sebagaimana mereka takutkkan guru disiplin

andainya anak-anakku mendengar kata-kataNYA
sebagaimana mereka menuruti kata-kata guru mereka

andainya anak-anakku mahu berhabis harta untukNYA
sebagaimana mereka berhabis semua tatkala Hari Guru menjelma

maka akulah insan paling gembira di dunia
dan mungkin juga di akhirat sana

Sabtu, 16 Mei 2009

~ an educator's thought ~

dangan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

In years to come
it does not matter
who am I,
where am I,
how much money that I had made,
as long as I had touch the life of the children,
it is more than enough...


to be an educator is not to ask, but to give,
it is not easy to give
but it is much harder to give but not expecting something for yourself,
but the harderst is to give in order that the other person get what you will never get,
well, that what educators do,
they give all,
scraping every little bit,
expecting nothing,
not even the smallest thing for themselves,
but the best for your future...

of all teachers, mother is the teacher that will always be by my side,
of all teachers, the one who taught me about The Creator is the one that made me today

Happy Teachers Day!

Selasa, 5 Mei 2009

~ deadly threat ~

dengan nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih

Before you guys read up my article I wanna all of you to be clear that this article will not talk about the viral flu... one more thing, I wrote this some time before... just that it was never published... happy reading... =)


Voice is one of the most vital elements in teachers’ life. Teachers need their voice in order to teach the students. However, as a normal human being there are times when teacher lost this treasure; sore throat.

It was a nightmare at first when I discover that I had sore throat. This is due to the fact that this is the first time I ever got sore throat when I am teaching. My mind was blocked with all the worst scenario; I will not be able to teach, I will not be able to control the class etc. Suddenly, my eyes saw a stack of English courseware. I feel that I can use the courseware to teach. After browsing for sometimes I am able to find a suitable clip for my lesson.

This situation had taught me that even though the teacher might have sore throat, the teacher can still teach the students. Thanks to the technologies, the solution is made easy; English courseware, internet, video clips etc. However, I wonder what the teachers before this did when this situation occur. Do they just give some exercise and ask the students to complete it? Would they use a special approach for the lesson? I still wonder.

Another thing that I learnt from the situation is on classroom management. Most of the lecturers and friends had always told me to set the ground rules from the first day I enter the classroom. This situation had taught me it is important to do so. This is because when we have ground rule and special routine, it continues even when a teacher had sore throat. Even though I did not have any voice to control them, but I can still use some gesture to reprimand them from any misbehaviour. It is wonderful to found out how beautiful the non-verbal cues help me to get the students’ attention and control their behaviour during the lesson.

Even I did not like the idea of having sore throat; it is not a deadly threat to me anymore. This experience had taught me that I am able to conduct a lesson effectively even though I may not have any voice to do so.

Sabtu, 25 April 2009

~ menjadi pendidik ~

dengan nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih

Assalamualaikum

Tiba-tiba terasa ingin berkongsi tetang perbualan biasa [yg telah diedit kerna tak dapat ingat semuanya] dihujung minggu...

Tempat: sebuah rumah Islam yang permai
Hari: hujung minggu yang aman
Waktu: malam yang indah

Kami semua sedang sibuk menyiapkan tugasan masing-masing... sesekali terdengar suara memecah sepi... semuanya sedang cuba melawan rasa mengantuk...

D: Akak apa rasanya menjadi pendidik?
S: Rasa? Biasa je. Tapi banyak tanggungjawab.
D: Hmm... kenapa ye Allah beri kedudukan yang tinggi pada pendidik?
S: Sebab utama tu akak tak pasti... tapikan tau tak pendidik banyak tolong kita. Actually tugas didik dan beri ilmu ni tugas ibu bapa... tapi pendidik yang buat... Allah pesan 'ajarlah anak-anak kamu agar dia tak meminta2' dan semua tu pendidik yang buat... ada sorang ustaz tu pernah cakap sebenarnya setiap ibu bapa patut jumpa semua pendidik dan paling kurang ucapkan terima kasih pada pendidik sebab tolong selesaikan tugas mereka... kalu pendidik tak buat, dia akan dipertangungjawabkan kat akhirat nanti...
D:Ye ke... Saya tak pernah tau pun
S:Hehe... saya pun baru tahu.
D:Pada akak apa istimewanya pendidik?
S:Orang ckp pendidik ada byk kelebihan...untung kerja separuh hari, cuti sekolah banyak dan panjang... tapi bila jdi pendidik ni baru saya faham jiwa pendidik ni... pendidik ni amat istimewa... sebabnya dia sentiasa berfikir tentang anak2 murid dia... walau macam mana pun peribadi anak2 murid dia, dia mesti fikir apa yang dia boleh buat untuk bantu anak2 murid dia... dah balik sekolah pun dia fikir lagi... masa buat persediaan mengajar pun dia fikir 'apa lagi cara yang saya boleh guna untuk tolong murid2 saya'... masa cuti pun dia fikir 'agaknya murid2 saya sihat tak... kalau dia tak faham kerja rumah yg saya bagi dia nak tanya siapa ye?... kala berjalan-jalan dan dia jumpa sesuatu yang bermanfaat untuk anak2 murid dia, mesti dia
beli... dalam fikirannya 'bagus jugak benda ni, boleh guna untuk anak murid saya'... dan yang paling istimewa... andai dia pegang satu kelas dia akan ingat 30-40 orang anak murid dia... dan kalu dia ada 3 atau 4 kelas pun dia akan berfikir tentang semua anak murid dia.. tak kiralah semua tu jumlah dia 100, 200 atau lebih lagi... bayangkanlah, kalau adik beradik kita dalam belas2 orang pun kita tak boleh nak fikir untuk semua...tapi seorang pendidik sebenar sentiasa memikirkan beratus-ratus anak murid setiap masa...
D: Ya Allah akak! Saya tak pernah tahu pendidik tu rasa macam tu... Mesti cikgu-cikgu saya rasa macam tu kan dulu... patutlah pendidik ni mulia sangat di sisi Allah... Saya tak tahu saya mampu ke tak jadi pendidik...
S: Well, semua orang adalah pendidik... apabila dia mengajarkan sesuatu yang tidak kita ketahui, orang tu dah jadi pendidik sebenarnya... InsyaAllah, semua orang mampu jadi pendidik, tapi sama ada anak murid kita terdidik dengan cara kita mendidik, belum tentu lagi...

Semua terdiam.... tangan-tangan makin ligat kerna malam makin larut...

Wallahu'alam

Ahad, 12 April 2009

~ anak2 makin kreatif ~

dengan nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih

slm...

anak2 hari ini makin kreatif.... ada saja yang mampu dibuatnya... macam2 yang dibuat minggu ini... semua tempat boleh bertukar menjadi taman permainan agung masa kini... semua alat boleh jadi bahan permainanmu... segalanya jadi korbanmu...

anak2 hari ini makin kreatif.... ada saja yang mampu dibuatnya... macam2 yang dibuat minggu ini... alat2 seharian yang digunakan untuk belajar mampu jadi senjata paling bahaya dalam dunia... hampir2 saja ada yang perlu ke hospital...

anak2 hari ini makin kreatif.... ada saja yang mampu dibuatnya... macam2 yang dibuat minggu ini... koridor di sepanjang kelas mampu jadi litar lumba terhebat zaman ini... perjalanan biasa ke makmal komputer boleh menyebabkan kemalangan ngeri tak terperi... kali ini memang ke hospital...

oh, anak2ku, ibu ini hanya ada 2 tangan, 2 kaki, 2 mata dan 2 telinga... sama macam manusia biasa... tak mampu menjagamu setiap ketika... hati-hatilah anak2ku... kerna anggotamu yang sempurna boleh ditarik bila2 masa... Ya Allah peliharalah anak2ku, kerna Kaulah sebaik-baik penjaga...amin...